Selasa, 02 Februari 2016

Menyanyi Dan Berfoto Ria Hobiku - Belajar Menulis 2


Membicarakan soal hobi? Hobiku menyanyi dan berfoto ria. Memang aku tidak punya suara yang cukup bagus, wajahku juga tak begitu menarik. Tapi apa salahnya? Hanya sekedar berfoto dan menyanyi, kurasa semua orang biasa melakukannya. 

Hampir semua aktifitas yang ku kerjakan tak lepas dari menyanyi. Berbagai genre musik aku menyukainya. Kecuali musik bergenre jawa dan kedaerahan. Musik pop, dangdut, religi, jazz, bahkan musik mancanegara, aku menyukai semuanya. Sebenarnya hobi menyanyi itu hanya untuk kesenanganku sendiri.

Aku sama sekali tidak pernah mencoba untuk mengikuti lomba menyanyi atau audisi sejenisnya. Akupun jarang mengikuti acara-acara bermusik. Terakhir aku bernyanyi didepan umum, ketika aku masih duduk di bangku SD. Lagu bergenre religi yang ku nyanyikan dengan kepolosan anak-anak pada umumnya itu, aku mendapatkan peringkat ke 3 dengan kategori penyanyi religi terbaik. Aku sendiri tak menyangka, bisa mengalahkan beberapa peserta yang lain dan masuk kategori 3 besar. Menurutku, itu hal terlucu.

Sampai akhirnya aku beranjak remaja, musik dan menyanyi adalah bumbu dari kegiatanku sehari-hari. Meski aku tidak pernah ingin dan tidak ada dukungan untuk menyalurkan atau mengembangkan hobi menyanyiku, aku biarkan saja. Yang penting aku tetap bisa menyanyi untuk kepuasan sendiri.

Dengan berkembangnya teknologi, semua serba canggih. Tak perlu lagi membawa radio atau CD player beserta perangkatnya untuk mendengarkan musik. Hanya perlu membawa telepon genggam (handphone) yang lengkap dengan fitur-fitur keren, seperti mp3, kamera, 3G, dsb.

Tinggal pencet dan langsung bisa mendengarkan musik dimanapun. Ditambah dengan perangkat Handsfree, menjadikan penggemar musik menjadi lebih nyaman dan praktis tanpa mengganggu orang-orang yang ada disekitar kita.

Sambil mendengarkan musik, tidak terasa lengkap kalau fitur “Kamera” tidak digunakan. Dengan berbagai action dan gaya yang menurutku keren, langsung saja jeprat-jepret sesuka hati. Awalnya aku hanya melakukan berfoto ria di kamar, karena aku malu jika ada orang yang melihatnya. Tapi, lama kelamaan tidak ada lagi rasa malu jika hanya untuk berfoto. Dimanapun dan kapanpun. Bertemu teman lama atau dalam acara apapun terasa hambar bagiku jika tanpa berfoto ria.
Sampai-sampai foto-foto Selfie itu memenuhi di album foto Social mediaku. Mungkin orang-orang sampai bosan melihat foto-fotoku setiap hari. Hahay. 

“Dasar narsist”. Begitulah mereka mengataiku. Biarkan saja, namanya juga hobi. selama tidak menyalahi aturan, tidak ada salahnya kan? Tetap saja bermusik dan berfoto adalah hobiku. 


Ya...untung 
saja, aku memiliki teman-teman yang kebanyakan memiliki hobi yang sama. Jadi setiap kami bertemu, terasa klop dan lengkap. Bermusik sesuka hati dan berfoto ria menjadi faktor kebersamaan. Aku cinta musik, aku suka berfoto ria.
  


**************
Tulisan ini aku buat pada minggu kedua pertemuan kelas menulis. Masih acak-acakan, sih. Maklum, namanya juga masih belajar. Sayangnya, tulisan itu menjadi akhir dari kelas menulis. Setelah itu, tidak ada lagi kegiatan tulis menulis karena sesuatu hal yang tidak bisa ku jelaskan. 
Oh,. Sungguh aku sangat merindukan saat-saat seperti itu. Aku akan tetap Menjaga Cintamu disini, Mendekapnya, Meski tanpa-mu.. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar