Kamis, 04 Februari 2016

Menikmati Terik Mentari di Pantai Cerah - Puger (Jember-Jawa Timur)

Pantai Cerah atau biasa disebut Pancer  merupakan salah satu objek wisata yang terletak di ujung selatan kota jember. Tepatnya di Kecamatan Puger. Sesuai dengan namanya, Sudah bisa dibayangkan bahwa di pantai yang berada di kampung nelayan ini memang sangat cerah alias terik matahari begitu terasa menyengat. Namun Panas-nya si Pancer ini tidak mengurangi semangat para pengunjung untuk tetap mendatangi tempat ini. Bahkan setiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung. Sebenarnya pantai ini sangat mempesona apabila lebih dijaga kebersihan serta kelestariannya. Hanya dengan biaya masuk Rp. 5.000 saja, kalian sudah bisa menikmati panorama pantai berpasir hitam nan elok ini.

Akses menuju pantai juga tidak sulit. Hanya butuh waktu sekitar 15 Menit saja dari Kecamatan Puger. Bisa memakai mobil/motor jenis apapun. Kecuali bus dan truk pastinya, hohoo. Lebih asyik lagi untuk yang hobi bersepeda, bisa menikmati udara laut dan hangatnya mentari lebih lama sambil melihat perahu-perahu nelayan yang berjejer rapi di tepian sungai. 
Kapal nelayan yang sedang sandar
Untungnya saya bukan type wanita yang takut dengan terik matahari. Saya cukup menikmati apapun yang berada disini. Tidak perlu memakai Sunblock ataupun topi pantai. Cukup helm dan sandal jepit saja. Saya dan kawan-kawan berangkat menuju kemari tepat pukul 13.30 WIB. Sebenarnya sih, panas bukan main. Tetapi saya terus menikmati deburan ombak yang semakin siang semakin tinggi. 
Karena Lupa membawa topi pantai, saya terpaksa memakai helm. hehee
Duduk bersantai di pemecah ombak ini benar-benar menenangkan. panas mentari bercampur dengan angin laut yang lumayan kencang. hem, sungguh sensasi tersendiri bagi saya dan kedua teman saya. Tentunya tidak mengurangi hasrat saya dan kawan-kawan untuk terus berfoto ria walaupun hanya bermodalkan kamera dari hape butut saya. hahay

Berfoto ria menikmati terik mentari yang semakin menyengat
Jujur. Saya memang orang puger, tetapi  belum pernah naik perahu. Entah kenapa, ada sedikit phobia terhadap perahu. Kalau kalian ingin naik perahu boleh kok. Tapi ya kalian harus merogoh kocek lagi. huhuu. Biasanya, perahu ini akan membawa kalian menuju ke Cagar Alam Kucur. 


Dinamakan Kecamatan Puger. Kata para sesepuh, sekitar abad ke 18 Pangeran Puger ditemani empat pengawalnya yakni Senopati Mataram Suryo Joto, Mbah Pancer Jenggot, Mbah Sindu Pramo dan Mbah Kucur melakukan tapa di pantat barat laut Jember, sehingga dinamakan Puger. Pangeran Puger mengakhiri tapanya dan kembali ke Mataram, tetapi pengawalnya tidak ikut melainkan menetap di Puger seperti Nusa Barong dan Kucur.

Petilasan di ujung pantai selatan Jember ini menjadi salah satu tujuan wisata batin. Pada hari-hari Kamis dan malam Jumat banyak pengunjung. Tiap 15 Muharam larung sesaji petik laut.

Ada keunikan dari pantai ini, yakni bisa mengubah bentuk, jika air-Iaut pasang maka pantai bisa jadi pulau karena daratannya landai. Dari jauh warnanya hijau kebiru-biruan, karena Kucur selalu diselimuti tumbuh-tumbuhan pantai dan semak belukar yang rimbun. Sedangkan warna kebiruan, karena daun yang menutupi pantai terkena pantulan air laut yang dipancarkan sinar matahari.

Waktu pagi menjelang fajar menyingsing, pengunjung bisa menyaksikan terbitnya matahari atau sore saat sang surya kemerahan pelan-pelan tenggelam. Pada bulan purnama pesisir pantai bercadas ini nampak seperti bongkahan emas murni yang melingkar di tepi pulau.

Pesisir ini rimbun ditumbuhi berbagai jenis pohon dari tanaman atau flora khas pantai Tanaman yang ada di sekitar pantai ini adalah sejenis klampis laut, nyamplung, pohon sawo kecik, trembesi, mahoni, sawo gunung, gayam,’ wimbo, mindi, akasia, waru rangkang, kakau, ketapang, sengon laut, balsa sungkai, glodokan tiang, kruing, simpur, merawan (dellia sp) dan tanjung (shoepea).

Binatang yang masih ada di sekitar hutan kijang, menjangan, monyet, kura-kura, pelajar banyak-berkemah dan bisa belajar menyatu dengan alam. Siswa yang berwisata dapat belajar tentang kehidupan binatang yang hidup di alam bebas sambil menikmati segarnya udara pantai.

Setelah puas berjelajah ke Pancer dan Kucur, jangan lupa membeli ikan laut yang masih segar. Kampung nelayan ini tidak hanya menyediakan ikan-ikan segar, namun juga menawarkan berbagai olahan hasil laut seperti Terasi dan Petis ikan. Soal harga, tak perlu dipertanyakan lagi. Sangat terjangkau. Tertarik untuk kemari? Cuz.. Tunggu apa lagi!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar